PENGARUH KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA TERHADAP PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MINERAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN GEOPOLITIK

BAB I. PENDAHULUAN

1.1.   Umum

Selain modal (uang), ilmu pengetahuan dan teknologi sangat dibutuhkan dalam mengelola sumberdaya mineral. Tanpa iptek yang cukup, sulit untuk mengubah kekayaan yang terpendam di dalam perut bumi menjadi kekayaan rill yang dapat dimanfaatkan. Peran manusia sebagai penghasil dan pengelola iptek tersebut menjadi faktor yang sangat menentukan tingkat keberhasilan pengembangan sumberdaya mineral. Secara lebih spesifik, keberhasilan pengembangan sumberdaya mineral sangat tergantung pada kemampuan sumberdaya manusianya.

Dalam tulisan (paper) sebelumnya telah dibahas bahwa pengembangan sumber daya mineral memiliki resiko kegagalan yang sangat besar. Hal tersebut disebabkan karena adanya variasi jumlah dan kualitas cebakan, mulai dari tidak terdapat mineral sama sekali, sampai temuan yang sangat besar jumlahnya dengan kualitas yang sangat bagus. Oleh karena adanya resiko dan peluang tersebut, pengembangan sumberdaya mineral sangat mengandalkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dapat memperkecil resiko dan memperbesar peluang keberhasilannya.

1.2.   Maksud dan Tujuan

Sumberdaya manusia sebagai ujung tombak dalam pencarian sumberdaya mineral perlu memposisikan diri dengan tepat untuk dapat menghadapi setiap tantangan dan permasalahan yang muncul dibidang tersebut. Terutama pada saat ini dimana era globalisai telah tiba dengan sistem pasar bebasnya. Pengaruh kualitas sumberdaya manusia dalam pengembangan sumberdaya mineral inilah yang akan menjadi topik bahasan dalam tulisan ini, dengan maksud untuk lebih memahami adanya pengaruh tersebut. Melalui pembahasan ini, sekaligus akan dihubungkan keterlibatan peranan kualitas manajemen sumberdaya mineral dengan permasalahan dan posisi geopolitik Indonesia saat ini di dunia internasional.

BAB II. KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA DAN PERMASALAHAN GEOPOLITIK

2.1. Kualitas Sumberdaya Manusia

Pada awal masa kemerdekaan, selain keterbatasan modal, sumberdaya manusia di Indonesia yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan sumberdaya mineral masih sangat terbatas. Hal ini dapat dimaklumi karena pada masa penjajahan Belanda, pemerintah jajahan baru menaruh perhatian terhadap pertambangan pada pertengahan abad ke-19. Pada periode ini Belanda mulai menyadari akan kekayaan mineral Indonesia. Dari catatan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa sejarah kehidupan pertambangan di Indonesia masih relatif muda. Karena itu dunia pertambangan bagi bangsa Indonesia merupakan hal baru dan bangsa kita belum mempunyai tradisi kuat dalam kegiatan ini.

Bahkan hingga saat ini diperkirakan kurang dari 1% penduduk Indonesia yang bergerak dalam bidang pertambangan. Itu pun sudah termasuk penambangan yang amat sederhana yang mungkin dapat dikategorikan sebagai kegiatan gali – menggali. Dari jumlah itu lebih dari 75% pendidikannya hanyalah sekolah dasar atau bahkan lebih rendah. Riwayat profesi pertambangan praktis kurang dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Dalam manajemen sumberdaya mineral, sumberdaya manusia yang diperlukan dapat digolongkan dalam empat bidang, yaitu pengaturan, industri, penelitian-pengembangan, dan internasional. Bidang pengaturan dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam bentuk organisasi Departemen, Kantor Wilayah, dan Dinas. Bidang industri dilaksanakan oleh pelaku industri pertambangan, baik BUMN, swasta, koperasi maupun perorangan. Pada kedua bidang ini diperlukan hampir semua jenis dan tingkat keahlian. Dalam industri minyak dan gas bumi saja setidaknya diperlukan 20 jenis keahlian. Pada bidang penelitian dan pengembangan, tingkat keahlian yang diperlukan sangat tinggi. Di sini diperlukan para peneliti, pengajar, dan perekayasa. Teknologi yang berkembang di luar negeri perlu pula diikuti, diamati, dimodifikasi, dan dimanfaatkan serta diselaraskan dengan kemampuan sumberdaya manusia kita.

Tabel 2.1 Daftar hubungan keahlian yang diperlukan dengan tahap pengembangan mineral (Adjat Sudradjat, Teknologi & Manajemen Sumberdaya Mineral, Hal.133)

Jenis keahlian Penyelidikan umum Eksplorasi Feasibility

konstruksi

Eksploitasi Pengolahan Pengangkutan Pemasaran
1. Geologi

þ

þ

þ

þ

2. Geofisika

þ

þ

3. Tambang

þ

þ

þ

4. Mesin

þ

þ

þ

5. Listrik

þ

þ

6. Sipil

þ

þ

7. Ekonomi

þ

þ

8. Juru ukur

þ

þ

þ

9. Surveyor

þ

þ

þ

10. Kimia

þ

11. Hukum

þ

þ

12. Juru bor

þ

þ

þ

13.STM / SMA

þ

þ

þ

þ

14. Lain – lain

þ

þ

þ

Pada tabel tersebut diatas diperlihatkan secara garis besar beberapa jenis keahlian yang diperlukan pada setiap tahap pengembangan sumberdaya mineral. Dalam berbagai tahap pengembangan sumberdaya mineral diperlukan berbagai keahlian. Untuk tahap hulu, peranan ahli geologi sangat penting. Peranan ini makin berkurang seiring dengan meningkatnya tahap pengembangan.

Karena globalisasi sudah merupakan norma yang dianut dunia internasional, penyiapan sumberdaya manusia kini menjadi lebih penting lagi. Semua negara yang ingin bergaul secara internasional harus membuka pintunya lebar-lebar. Tidak boleh ada hambatan, tarif, atau persyaratan lain. Sumberdaya manusia Indonesia harus bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain, baik dari kawasan sekitar Indonesia, maupun dari seluruh dunia. Persaingan ini tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Sejauh ini telah ditetapkan tahun 2003 untuk keterbukaan pada tingkat Asean, tahun 2013 untuk seluruh Asia Pasifik, dan 2020 untuk keterbukaan total.

Pemerintah selama ini telah berupaya mendorong peningkatan sumberdaya manusia di bidang pengembangan mineral dengan menetapkan berbagai kebijakan. Diantaranya adalah kewajiban bagi para kontraktor asing untuk melakukan proses Indonesiasi, yaitu secara berencana dan bertahap tenaga kerja di perusahaan tersebut diserahkan kepada bangsa Indonesia. Cakupan jenis pekerjaannya mulai dari yang paling bawah sampai jabatan puncak. Hal ini sudah banyak dilaksanakan pada beberapa perusahaan.

Pemerintah juga menetapkan program yang terencana untuk mendidik orang di bidang keahlian tertentu. Setiap ahli yang didatangkan dari luar negeri diwajibkan menyetor sejumlah uang yang disebut Iuran Wajib Pendidikan dan Latihan (IWPL). Dana yang dikumpulkan dari IWPL ini kemudian dipakai untuk penyelenggaraan berbagai kursus atau peningkatan keahlian, termasuk keahlian formal yang harus dipelajari di perguruan tinggi. Karena itulah dana tersebut sebagian disalurkan ke perguruan tinggi yang ada kaitannya dengan pengembangan sumberdaya mineral. Bila tenaga di bidang keahlian tersebut sudah cukup tersedia di dalam negeri, tidak diperkenankan lagi mendatangkannya dari luar negeri.

Posisi yang sulit untuk dipenuhi oleh tenaga Indonesia adalah posisi manajer, karena pendidikan untuk kedudukan tersebut tidak dapat dilaksanakan di dalam ruangan kelas. Perusahaan terkadang menetapkan persyaratan yang sulit dipenuhi, misalnya harus pernah bekerja di luar negeri pada perusahaan yang bergerak di bidang yang sama.

Dari semua paparan tersebut diatas, jelas terlihat peranan signifikan kualitas berbagai keahlian sumberdaya manusia terhadap keberhasilan pengembangan sumberdaya mineral. Agar peluang keberhasilan tersebut semakin membesar, maka program peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia dibidang tersebut masih harus terus dilaksanakan. Terlebih dengan datangnya era globalisasi, tantangan tersebut bertambah menjadi permasalahan tersendiri yakni bagaimana agar tenaga kerja Indonesia tidak tersisihkan oleh tenaga kerja dari bangsa lain.

2.2.   Permasalahan Geopolitik

Sumberdaya mineral terutama minyak dan gas bumi, sebagai sumber energi yang sangat dibutuhkan dunia, memiliki peranan menentukan baik dalam menopang pembangunan maupun dalam hubungan antar bangsa. Semua negara yang perekonomiannya semakin maju dan terus membangun tentu mengalami kenaikan kebutuhan energi terutama untuk keperluan industri – industrinya. Karena itu kemampuan mengelola sumberdaya mineral harus selalu diperbaharui untuk dapat mengimbangi tuntutan kebutuhan tersebut.  Selain itu, kemampuan mengelola dan menguasai sumber – sumber energi tersebut membuat posisi suatu negara menjadi lebih strategis dalam konteks geopolitik.

Sudah menjadi pendapat umum bahwa negara yang mampu memanajemen sumberdaya mineral terutama sumber energi dengan baik, akan memiliki pengaruh lebih besar terhadap negara lain, baik secara ekonomi maupun politik. Bahkan terhadap negara – negara yang memiliki sumber energi itu sendiri. Karena dengan keunggulan manajemen tersebut, selain mendapatkan posisi ekonomi yang lebih kuat, juga diperoleh kontrol terhadap peranan sumber energi dalam percaturan politik dunia. Ketegangan yang tak henti – hentinya di Timur Tengah sebagai pemilik cadangan minyak bumi terbesar dunia sudah membuktikan dengan nyata argumen tersebut.

BAB III. DISKUSI DAN PEMBAHASAN, HUBUNGAN KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA DAN PERMASALAHAN GEOPOLITIK DALAM PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MINERAL

Dari ulasan pada Bab II, terlihat bahwa kualitas sumberdaya manusia berperanan penting dalam menentukan keberhasilan pengelolaan sumberdaya mineral. Meskipun telah ada upaya Pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam bidang ini, namun masih banyak ketertinggalan yang masih harus dibenahi. Selain dalam permasalahan teknis, terutama dalam kemampuan manajerial. Kemampuan memanajemen sumberdaya mineral penting dikuasai oleh aparatur Pemerintah sendiri sebagai landasan dalam mengatur strategi dan menetapkan kebijakan Pemerintah.

Sangat ironis ketika sebagai salah satu negara penghasil sumberdaya mineral termasuk energi, Indonesia malah ikut mengalami krisis energi. Ditambah lagi status sebagai produsen bahan mentah dalam pasar dunia, membuat Indonesia berada pada posisi yang kurang menguntungkan. Fenomena tersebut tak bisa dilepaskan dari kekeliruan dalam pengelolaan sumberdaya energi sebagai akibat dari keterbatasan kemampuan manajemen sumberdaya mineral yang dimiliki Pemerintah.

Dibidang ketenagakerjaan, Pemerintah juga perlu memposisikan diri dengan tepat untuk menghadapi tantangan yang cepat berubah. Persaingan di bidang ketenagakerjaan akibat globalisasi perlu dihadapi dengan mempersiapkan sumberdaya manusia yang berkompetensi. Kekhawatiran saat ini adalah belum siapnya sumberdaya manusia Indonesia dalam menghadapi tantangan era tersebut. Hal ini tercermin dari banyaknya tenaga kerja asing yang masih digunakan. Kondisi tersebut merupakan akibat dari kualitas sumberdaya manusia Indonesia yang masih dianggap belum memadai.

Ditinjau dari permasalahan geopolitik, kepemilikan sumberdaya mineral harus diimbangi dengan kemampuan pengelolaan, agar kepemilikan tersebut dapat dijadikan sebuah keunggulan. Kemampuan pengelolaan menjadi sangat penting, karena dengan kemampuan itu dapat dilakukan berbagai strategi untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan negara. Terlebih jika mengingat peranan strategis sumberdaya mineral bagi dunia serta pengaruhnya dalam hubungan internasional.

BAB IV. KESIMPULAN

Peran manusia sebagai penghasil dan pengelola iptek menjadi faktor yang sangat menentukan tingkat keberhasilan pengembangan sumberdaya mineral, selain faktor modal keuangan. Hal ini karena pengetahuan dan teknologi sangat dibutuhkan dalam pengembangan sumberdaya mineral.

Meskipun telah ada upaya Pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dibidang ini, namun masih banyak ketertinggalan yang masih harus dibenahi. Selain dalam permasalahan teknis, terutama dalam kemampuan manajerial. Kemampuan memanajemen sumberdaya mineral penting dikuasai oleh aparatur Pemerintah sebagai landasan dalam mengatur strategi dan menetapkan kebijakan Pemerintah. Kekurangan ini nampak ketika sebagai salah satu negara penghasil sumberdaya energi, Indonesia malah ikut mengalami krisis energi. Ditambah lagi status sebagai produsen bahan mentah dalam pasar dunia, membuat Indonesia berada pada posisi yang kurang menguntungkan.

Munculnya persaingan di bidang ketenagakerjaan sebagai akibat globalisasi perlu dihadapi dengan mempersiapkan sumberdaya manusia yang berkompetensi. Kekhawatiran saat ini adalah belum siapnya sumberdaya manusia Indonesia dalam menghadapi tantangan era tersebut. Sedangkan ditinjau dari permasalahan Geopolitik, kepemilikan sumberdaya mineral harus diimbangi dengan kemampuan pengelolaan, agar kepemilikan tersebut dapat dijadikan sebuah keunggulan.

Tentang antoniuspatianom

PNS Pemkab. Barito Utara, saat ini tengah menyelesaikan study magister pengembangan kewilayahan pertambangan di Unpad Bandung.
Pos ini dipublikasikan di Ringkasan Tugas, Semester I. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s