BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Umum
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 5 Juli 1968 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 1968, dengan nama “Perusahaan Negara (PN) Aneka Tambang”, dan diumumkan dalam Tambahan No. 36, Berita Negara No.56, tanggal 5 Juli 1968. Pada tanggal 14 September 1974, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 1974, status Perusahaan diubah dari Perusahaan Negara menjadi Perusahaan Negara Perseroan Terbatas (“Perusahaan Perseroan”) dan sejak itu dikenal sebagai “Perusahaan Perseroan (Persero) Aneka Tambang”.
PT. Antam melakukan aktivitas eksplorasi, eksploitasi dan proses manufaktur hingga pemasaran bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit serta pasir besi. Antam memiliki cadangan nikel dan bauksit yang termasuk terbesar di Indonesia. Antam juga memiliki jumlah cadangan emas yang cukup besar. Dalam hal aset, cadangan dan prospek masa depan, Antam dapat digolongkan sebagai suatu perusahaan tambang yang terdiversifikasi.
Perusahaan tersebut telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1997. Selanjutnya pada tahun 1999, PT. Antam mencatatkan sahamnya dengan status Foreign Exempt Listing dalam bentuk Chess Depository Interests di Bursa Efek Australia (ASX). Pada tahun 2002, status pencatatan saham perusahaan di ASX ditingkatkan sehingga tercatat secara penuh dalam ASX Listing yang memiliki peraturan dan persyaratan yang lebih ketat. Seiring dengan pelepasan saham PT. Antam ke publik, praktek keterbukaan dan transparansi perusahaan mengalami peningkatan.
1.2 Maksud dan Tujuan
Informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Melalui penulisan paper ini, selain dimaksudkan untuk mengevaluasi laporan keuangan PT. Aneka Tambang periode tahun 2002 dan 2003, juga bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari metode yang bisa dipakai untuk melakukan evaluasi tersebut.
BAB II. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT. ANEKA TAMBANG TAHUN 2002 DAN 2003
2.1. Arti Penting Analisis Laporan Keuangan
Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya dilakukan karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang.
Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
2.2. Jenis Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan biasanya terdiri dari :
- Neraca; yaitu laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Tujuan neraca adalah menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu di mana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender (misalnya pada tanggal 31 Desember 2002)
b. Laporan laba rugi; suatu laporan yang menunjukkan pendapatan dari penjualan, berbagai biaya, dan laba yang diperoleh oleh perusahaan selama periode tertentu.
c. Laporan saldo laba; menunjukkan perubahan laba ditahan selama periode tertentu.
d. Laporan arus kas; Menujukkan arus kas selama periode tertentu.
e. Catatan atas laporan keuangan; berisi rincian neraca dan laporan laba rugi, kebijakan akuntansi, dan lain sebagainya.
2.3. Analisa Rasio Keuangan
Analisis laporan keuangan yang banyak digunakan adalah analisis tentang rasio keuangan. Berdasarkan sumber analisis, rasio keuangan dapat dibedakan menjadi :
a. Perbandingan Internal (Time Series Analysis) yaitu membandingkan rasio-rasio finansial perusahaan dari satu periode ke periode lainnya.
b. Perbandingan Eksternal (Cross Sectional Approach) yaitu membandingkan rasio-rasio antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lainnya yang sejenis pada saat yang bersamaan atau membandingkannya dengan rasio rata-rata industri pada saat yang sama.
Jenis rasio laporan keuangan, biasanya dikelompokkan ke dalam lima kelompok rasio, (R. Agus Sartono, 1998), yaitu :
1) Liquidity Ratio yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek tepat pada waktunya. Liquidity Ratio yang umum digunakan antara lain :
a) Current Ratio, merupakan alat ukur bagi kemampuan likuiditas (solvabilitas jangka pendek) yaitu kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar.
Formulasinya : Current Ratio = Current Assets / Currents Liabilities
b) Quick Ratio, merupakan alat ukur bagi kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid.
Formulasinya : Quick Ratio = (Currents Assets – Inventory) / Current Liabilities
2) Activity Ratio merupakan alat ukur sejauh mana efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumber daya – sumber dayanya. Rasio – rasio ini antara lain :
a) Receivable Turn Over = Sales / Account receivable.
b) Periode Pengumpulan Piutang (Average collection period) = 360 / Receivable turnover.
c) Inventory Turnover, yaitu rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan persediaan atau rasio untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan untuk berputar dalam suatu periode tertentu.
Formulasinya : Inventory Turnover = Cost of Goods Sold / Average Inventory
d) Average days in inventory = 360 / Inventory turnover
e) Total Assets Turnover, yaitu rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva secara keseluruhan.
Formulasinya : Total Assets Turnover = Sales / Total Assets
3) Leverage Ratio yaitu rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan hutang. Rasio -rasio ini antara lain :
a) Debt To Total Assets Ratio, yaitu rasio yang menghitung berapa bagian dari keseluruhan kebutuhan dana yang dibiayai dengan hutang.
Formulasinya : Debt To Total Assets Ratio = Total Liabilities / Total Assets
b) Time Interest Earned Ratio, yaitu rasio untuk mengukur seberapa besar keuntungan dapat berkurang (turun) tanpa mengakibatkan adanya kesulitan keuangan karena perusahaan tidak mampu membayar bunga.
Formulasinya : Time interest earned ratio:= Earning Before Interest and Tax / Interest Expense
4) Profitability Ratio yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya. Rasio ini antara lain : Gross profit margin = Gross profit / Sales
Operating profit margin = EBIT / Sales
Net profit margin = EAT / Sales
Return on assets = EAT / Total assets
Return on equity = EAT / Equity
5) Market Value Ratios;
a. Dividend payout ratio = Dividend / EAT
b. Dividend yield = Dividend per share / Price per share
c. Earning per-share = EAT / Number of share outstanding
d. Price earning ratio = Price per share / Earning per share
e. Price book value ratio = Price per share / Book value per share
2.4. Analisis Laporan Keuangan PT. Aneka Tambang
Berdasarkan laporan Keuangan PT. Aneka Tambang Tahun 2002 dan 2003, ditabulasikan data sebagai berikut :
Tabel. 2.1. Data Laporan Keuangan PT. Aneka Tambang
Tahun 2002 dan 2003 (dalam ribuan rupiah)
|
No. |
Uraian |
Tahun |
|
|
2002 |
2003 |
||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
|
|
Current Assets |
1.256.790.318 |
2.548.841.363 |
|
|
Current Liabilities |
428.802.552 |
448.718.751 |
|
|
Inventory |
336.080.092 |
334.442.039 |
|
|
Sales |
1.711.399.817 |
2.138.811.462 |
|
|
Account Receivable |
152.158.896 |
145.737.440 |
|
|
Cost of Goods Sold | 1.280.481.412 | 1.471.913.298 |
|
|
Average Inventory |
335.261.065,5 |
335.261.065,5 |
|
|
Inventory Turnover |
3,8 |
4,4 |
|
|
Total Assets |
2.525.025.597 |
4.326.844.058 |
| 10. | Total Liabilities | 843.862.593 | 2.543.331.703 |
| 11. | Earning Before Interest and Tax | 247.417.071 | 447.983.167 |
| 12. | Interest Expense |
13.196.853 |
16.727.205 |
| 13. | Gross Profit |
430.918.405 |
666.898.164 |
| 14. | Earning After Tax |
177.586.270 |
226.715.987 |
| 15. | Equity |
1.675.475.974 |
1.783.511.688 |
Dari Deskripsi tersebut diatas dibuat perbandingan internal (Time Series Analysis) yaitu membandingkan rasio-rasio finansial perusahaan dari satu periode ke periode lainnya (tahun 2002 dan 2003), dengan hasil perhitungan disajikan sebagai berikut :
Tabel. 2.2. Data Hasil Evaluasi Laporan Keuangan PT. Aneka Tambang
Tahun 2002 dan 2003
|
No. |
Uraian |
Tahun |
|
|
2002 |
2003 |
||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
|
1. |
Liquidity Ratio |
|
|
|
|
- Current Ratio |
2,930930127 |
5,680264882 |
|
|
- Quick Ratio |
2,14716592 |
4,934938242 |
|
2. |
Activity Ratio |
|
|
|
|
- Receivable Turn Over |
11,24745159 |
14,67578587 |
|
|
- Average collection period |
32,00725045 |
24,53020256 |
|
|
- Inventory Turnover |
3,819356149 |
4,390349639 |
|
|
- Average days in inventory |
94,25672442 |
81,99802512 |
|
|
- Total Assets Turnover |
0,677775235 |
0,494312121 |
|
3. |
Leverage Ratio |
|
|
|
|
- Debt To Total Assets Ratio |
0,334199619 |
0,58780295 |
|
|
- Time Interest Earned Ratio |
18,74818724 |
26,78171081 |
|
4. |
Profitability Ratio |
|
|
|
|
- Gross profit margin |
0,251792948 |
0,311807832 |
|
|
- Operating profit margin |
0,14457 |
0,209454258 |
|
|
- Net profit margin |
0,103766676 |
0,106000922 |
|
|
- Return on assets |
0,070330483 |
0,052397541 |
|
|
- Return on equity |
0,105991535 |
0,127117747 |
Tabel. 2.3. Rasio Keuangan PT. Aneka Tambang
Tahun 2002 dan 2003
|
No. |
Uraian |
Selisih antara tahun 2002 – 2003 |
Ket. |
|
1 |
2 |
3 |
4 |
|
1. |
Liquidity Ratio |
|
|
|
|
- Current Ratio |
2,749334755 |
Naik |
|
|
- Quick Ratio |
2,787772322 |
Naik |
|
2. |
Activity Ratio |
0 |
|
|
|
- Receivable Turn Over |
3,428334274 |
Naik |
|
|
- Average collection period |
-7,477047889 |
Turun |
|
|
- Inventory Turnover |
0,57099349 |
Naik |
|
|
- Average days in inventory |
-12,25869931 |
Turun |
|
|
- Total Assets Turnover |
-0,183463114 |
Turun |
|
3. |
Leverage Ratio |
0 |
|
|
|
- Debt To Total Assets Ratio |
0,253603331 |
Naik |
|
|
- Time Interest Earned Ratio |
8,033523574 |
Naik |
|
4. |
Profitability Ratio |
0 |
|
|
|
- Gross profit margin |
0,060014884 |
Naik |
|
|
- Operating profit margin |
0,064884258 |
Naik |
|
|
- Net profit margin |
0,002234246 |
Naik |
|
|
- Return on assets |
-0,017932943 |
Turun |
|
|
- Return on equity |
0,021126212 |
Naik |
BAB III. DISKUSI DAN PEMBAHASAN ; EVALUASI RASIO – RASIO KEUANGAN PT. ANEKA TAMBANG ANTARA TAHUN 2002 DAN 2003
Evaluasi terhadap hasil yang didapat dari Analisis Laporan Keuangan PT. Aneka Tambang dimaksudkan untuk membandingkan parameter yang telah di peroleh dari hasil analisis antara tahun 2002 dan 2003 tersebut. Sebagai bahan acuan disajikan tabel indikator evaluasi sebagai berikut :
Tabel. 3.1. Daftar Indikator Evaluasi Rasio Keuangan
|
No. |
Uraian |
Asumsi Hasil Nilai Evaluasi |
Indikasi (berlaku kebalikannya) |
|
1 |
2 |
3 |
4 |
|
1. |
Liquidity Ratio |
|
|
|
|
- Current Ratio |
Naik |
Membaik |
|
|
- Quick Ratio |
Naik |
Membaik |
|
2. |
Activity Ratio |
|
|
|
|
- Receivable Turn Over |
Naik |
Membaik |
|
|
- Average collection period |
Naik |
Memburuk |
|
|
- Inventory Turnover |
Naik |
Membaik |
|
|
- Average days in inventory |
Naik |
Memburuk |
|
|
- Total Assets Turnover |
Naik |
Membaik |
|
3. |
Leverage Ratio |
|
|
|
|
- Debt To Total Assets Ratio |
Naik |
Memburuk |
|
|
- Time Interest Earned Ratio |
Naik |
Membaik |
|
4. |
Profitability Ratio |
|
|
|
|
- Gross profit margin |
Naik |
Membaik |
|
|
- Operating profit margin |
Naik |
Membaik |
|
|
- Net profit margin |
Naik |
Membaik |
|
|
- Return on assets |
Naik |
Membaik |
|
|
- Return on equity |
Naik |
Membaik |
Dengan menggunakan tabel indikator diatas, parameter yang telah didapat dari analisa pada Bab II, disajikan sebagai berikut :
Tabel. 3.2. Hasil Evaluasi Rasio Keuangan PT. Aneka Tambang
antara Tahun 2002 Dan 2003
|
No. |
Uraian |
Hasil Evaluasi |
Indikasi |
|
1 |
2 |
3 |
4 |
|
1. |
Liquidity Ratio |
|
|
|
|
- Current Ratio |
Naik (93,80%) |
Membaik |
|
|
- Quick Ratio |
Naik (129,83%) |
Membaik |
|
2. |
Activity Ratio |
|
|
|
|
- Receivable Turn Over |
Naik (30,48%) |
Membaik |
|
|
- Average collection period |
Turun (23,36%) |
Membaik |
|
|
- Inventory Turnover |
Naik (14,95%) |
Membaik |
|
|
- Average days in inventory |
Turun (13,01%) |
Membaik |
|
|
- Total Assets Turnover |
Turun (27,07%) |
Memburuk |
|
3. |
Leverage Ratio |
|
|
|
|
- Debt To Total Assets Ratio |
Naik (75,88%) |
Memburuk |
|
|
- Time Interest Earned Ratio |
Naik (42,85%) |
Membaik |
|
4. |
Profitability Ratio |
|
|
|
|
- Gross profit margin |
Naik (23,84%) |
Membaik |
|
|
- Operating profit margin |
Naik (44,88%) |
Membaik |
|
|
- Net profit margin |
Naik (2,15%) |
Membaik |
|
|
- Return on assets |
Turun (25,50%) |
Memburuk |
|
|
- Return on equity |
Naik (19,93%) |
Membaik |
Dari hasil evaluasi, secara keseluruhan kinerja keuangan PT. Aneka Tambang dari tahun 2002 ke tahun 2003 dijabarkan sebagai berikut :
- Liquidity Ratio, yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek tepat pada waktunya, membaik.
- Activity Ratio, merupakan alat ukur sejauh mana efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumber dayanya, terdiri dari beberapa indikator; Receivable Turn Over (membaik), Average collection period (membaik), Inventory Turnover / yaitu rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan persediaan atau rasio untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan untuk berputar dalam suatu periode tertentu (membaik), Average days in inventory (membaik), Total Assets Turnover / yaitu rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva secara keseluruhan (memburuk).
- Leverage Ratio, yaitu rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan hutang. Rasio -rasio ini antara lain : Debt To Total Assets Ratio, yaitu rasio yang menghitung berapa bagian dari keseluruhan kebutuhan dana yang dibiayai dengan hutang (memburuk), Time Interest Earned Ratio, yaitu rasio untuk mengukur seberapa besar keuntungan dapat berkurang (turun) tanpa mengakibatkan adanya kesulitan keuangan karena perusahaan tidak mampu membayar bunga (membaik).
- Profitability Ratio yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya. Rasio – rasio ini antara lain : Gross profit margin (membaik), Operating profit margin (membaik), Net profit margin (membaik), Return on assets (memburuk), dan Return on equity (membaik).
Dalam periode tersebut (2002-2003), bahkan hingga sekarang, kinerja Antam sangat terpengaruh oleh harga pasar internasional produk tambang dan nilai tukar Rupiah terhadap USD. Sekitar 98% pendapatan Antam diterima dalam USD, sedangkan dari total biayanya hanya sekitar 22% yang berupa USD. Dengan depresiasi Rupiah, kondisi ini sangat menguntungkan bagi Antam.
Seiring dengan krisis ekonomi yang dialami Indonesia pada periode tersebut, Antam juga mengalami masalah penjarahan tambangnya terutama untuk tambang emas di Pongkor. Selain itu masalah kekerasan di Indonesia Timur juga menggangu aktivitas penambangan bijih nikel di P. Gebe. Kondisi diatas juga dipengaruhi oleh rencana Antam untuk segera memulai proyek Feronikel III.
BAB IV. KESIMPULAN
Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Secara parsial, arti penting analisis dan evaluasi laporan keuangan perusahaan bagi masing – masing pihak adalah sebagai berikut :
1. Bagi pihak manajemen; untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier.
2. Bagi pemegang saham; untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi.
3. Bagi kreditor; untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.
4. Bagi pemerintah; berhubungan dengan pajak dan persetujuan untuk go public.
5. Bagi karyawan; adanya kepastian jaminan penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja.